Cerita nyata tentang perjalanan hidup si bocah YOA (Part 2)

Posted on

Yoa memiliki 2 adik yang masih sangat kecil-kecil, dia harus menggantikan peran seorang ibu merawat adik nya hingga mencuci popok sang adik di kala itu, bayangkan anak segede itu harus melakukan tugas seperti itu, dia sangat saya pada mereka. sedih saya melihatnya.

Akhir nya YOA diterima dan masuk di sekolah SMP swasta, di smp nasibnya YOA sama seperti SD selain jarak sekolah yang semakin jauh meski menggunakan kendaraan umum dia tetap tak pernah mengeluh karena sang ayah hanya bisa memberi YOA untuk ongkos kendaraan umum saja, disekolah dia sering sekali di panggil keruangan guru karena sering tidak masuk sekolah, bukannya malas tetapi itulah resiko sekolah jauh sedangkan sang ayah yang penghasilannya tak menentu terkadang untuk memberi untuk ongkos sekolah pun tak ada. YOA tetap tak pernah merengek hingga akhirnya dia memiliki fikiran untuk mencari uang sendiri. dia sering keliling menjual jasa (membuang sampah rumah warga / jasa suruhan membersihkan WC rumah warga).

salut saya benar-benar salut perjuangan dia begitu berani, dan dari hasil itu pun dia dapat bersekolah lagi dan kadang-kadang dia sesekali berjalan kaki sepulang sekolah meski jauh dia tetap semangat dan tak pernah mengeluh kepada orang tua.

singkat cerita tibalah kabar berita bahwa sang ayah akan menikah kembali, di rumah yang sempit itu YOA beranggapan tak enak jika harus tinggal bersama ibu baru nya, ntah pemikiran dari mana dia memiliki pemikiran seperti itu, ntah dia kurang setuju dengan ibu baru sebagai bentuk protes atau ntah apa yang dia pikirkan.

diapun beralasan untuk tinggal bersama saudara dari ayahnya, akhir nya dia pergi dia hidup sendiri dan jarang pulang kerumah. karena dia berfikiran sudah ada yang akan mengurusi kedua adiknya. dia tinggal sendiri di kamar sempit berukuran 3×3 meter dia serius belajar disana, nyuci,makan,dan segala sendiri saya heran dia bisa menjalani itu pada umur segitu, sesekali dia pulang kerumah untuk melepas rindu kepada ayah dan adik-adiknya akan tetapi sang ayah masih tetap jarang ada di rumah.

ketika suatu hari dia pulang kerumah dia mendapat kabar buruk dari tetangga dan adik-adik nya bahwa ibu tirinya selalu berbuat tidak baik kepada mereka. sontak YOA pun marah dan menegur sang ibu tiri, yah namanya ibu tiri susah pengen bner-bner baik. Ketika ke esokan harinya kembali kerumah orang tua nya dia bertemu dengan sang ayah dengan niat dia melepas rindu YOA malah di marahi oleh ayahnya karena menegur sang ibu tiri, sontak dia sedih melihat sang ayah marah kepadanya dia  hanya terdiam dan tak dapat menjelaskan apapun. YOA malang akhirnya dihukum dia di stop mendapatkan uang ongkos sekolah karena kemarahan sang ayah, dia heran entah apa yang dibicarakan sang ibu tiri kepada ayah nya sehingga dia seperti itu.

YOA pria tegar dan malang tak menyerah dia memiliki kakak sepupu yang kadang support dia, dia selalu  memberikan dorongan dan sesekali dia lah yang selalu memberikan bekal untuk sekolah YOA. kehidupan terus berlanjut dan kesenangan pun tak kunjung datang kepada YOA ketika di kelas 2 SMP dia kehilangan sosok orang tua yaitu kakak dari ayah nya YOA yang selalu membiayai sekolah nya. Dia sangat terpukul orang-orang yang peduli padanya telah meninggalkan dia untuk selamanya. YOA sibocah malang harus tambah berfikir keras untuk meneruskan sekolah nya.

seiring waktu berjalan YOA masih tetap melakukan pekerjaan nya lewat jual jasa dia, dan syukurnya kakak sepupu dia selalu mensupport dia untuk sekolah terkadang diapun selalu memberikan uang untuk makan kepada YOA.

Singkat cerita akhirnya tiba hari kelulusan SMP dia lulus dengan hasil yang cukup lumayan, yah yang penting lulus walaupun dari segi nilai dia bukan seorang juara kelas tetapi dari segi kehidupan bagi saya dia seorang JUARA di bandingkan anak lain seusianya yang memiliki kehidupan yang lebih baik.

bersambung

( Cerita nyata tentang perjalanan hidup si bocah YOA (Part 3) )

loading...